Boros Anggaran akibat Buang Kartu Akses Sementara? Hentikan Pembengkakan Biaya Plastik dengan Teknologi Cetak Ulang!
Pengelolaan kartu identitas sementara untuk tamu, peserta pelatihan, atau pengunjung harian di laboratorium dan fasilitas perusahaan sering kali menjadi sumber pemborosan anggaran yang tak disadari. Setiap kali ada tamu atau staf kontrak baru datang, kartu PVC sekali pakai dicetak, lalu dibuang begitu saja setelah masa berlaku atau kunjungan selesai. Praktik ini tidak hanya memicu pembengkakan biaya bahan baku plastik (consumables) hingga puluhan juta rupiah tiap tahunnya, tetapi juga menambah tumpukan limbah plastik yang merusak lingkungan.
Di sisi lain, bagi instansi yang membutuhkan pencetakan kartu identitas pegawai dua sisi secara permanen dengan volume tinggi, penggunaan printer kartu lambat atau tanpa fitur cetak dua sisi otomatis justru menciptakan kerugian berupa terbuangnya ratusan jam kerja staf. Staf administrasi harus membalik kartu secara manual satu per satu, yang mana sangat rawan menimbulkan kesalahan cetak (misprint), posisi cetakan terbalik, dan kerusakan pita ribbon akibat salah penanganan.
Untuk memangkas biaya operasional kartu sementara dan menghadirkan efisiensi tinggi pada cetak kartu dua sisi otomatis, Seaory menawarkan solusi inovatif melalui Seaory S20R Desktop Rewrite Card Printer dan Seaory E80E Desktop Dual-sided Card Printer.
Bagi organisasi yang ingin menghentikan pemborosan kartu plastik sekali pakai pada manajemen tamu dan pengunjung harian, Seaory S20R Desktop Rewrite Card Printer adalah jawaban yang sangat ekonomis dan ramah lingkungan
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan pencetakan ID card permanen dua sisi dalam jumlah besar dengan hasil tajam dan cepat, Seaory E80E Desktop Dual-sided Card Printer menjadi pilihan utama yang sangat andal
Hentikan pemborosan biaya kartu sekali pakai dan hilangkan kelambatan proses cetak manual di instansi Anda. Beralihlah ke teknologi cetak ulang dan pencetakan otomatis dari Seaory untuk efisiensi biaya serta operasional maksimum.