Produk Penyok atau Kemasan Robek Pas Dikirim? Stop Bikin Klien Kecewa Gara-Gara QC Modal "Kira-Kira"!
Pernah nggak lu dapet komplain pahit dari klien gara-gara produk plat logam yang lu kirim mendadak penyok, atau kemasan karton/plastik pouch produk lu robek berantakan pas sampai di tangan ekspedisi? Di industri manufaktur kemasan, percetakan, penyamakan kulit, hingga perakitan komponen otomotif, presisi dimensi itu harga mati, bro. Masalahnya, banyak pengusaha manufaktur lokal yang masih pelit investasi alat ukur dan milih melakukan quality control (QC) modal "kira-kira" alias diraba pakai jempol tangan atau diterawang doang. Padahal, melenceng sekian mikron saja pada ketebalan bahan bisa bikin struktur proteksi produk lu rontok, bikin klien kecewa berat, dan ujung-ujungnya lu harus tanggung rugi biaya refund serta bayar ganti rugi material yang nilainya bikin nyesek!
Biar standar QC di pabrik atau bengkel kerja lu naik kelas dan punya akurasi tinggi setara standar internasional, lu wajib menyingkirkan jangka sorong manual yang rawan galat salah baca. Sebagai gantinya, lu bisa andalkan TA206 Digital Thickness Gauge
Nggak cuma urusan ketebalan luar, kekuatan mekanis dari material atau komponen yang lu bikin juga wajib diuji sampai batas maksimalnya biar nggak gampang jebol. Untuk kebutuhan uji kerusakan (destructive test) maupun uji kekuatan tarik-dorong komponen elektronik, kabel, hingga segel kemasan, senjata pamungkasnya adalah AMT237 Digital Force Gauge